• Feed
  • Facebook
  • Twitter
  • GPlus
  • Youtube
  • flickr
  • Last.fm
  • Instagram
  • Skype

Diseminasi Kognisi

When my ideas are popping up, i just wanna write and write,, i hope my post can be useful not only for me but also for the others :)

  • home
  • Psychology
    • Religion and Spirituality
    • Social
    • Education
    • Indigenous
    • Personality
    • Industial Oranizational
    • Clinis
  • Ibrah
  • Dear, Diary!
  • Fiction
    • Short Story (Cerpen)
    • Poetry (Puisi)
  • Movies
  • Soccer
  • Book
  • Islamic World
  • Journals
  • Disclamer
  • Privacy Policy
  • Contact
  • Sitemaps
skip to main | skip to sidebar

Review Film A Walk to Remember


A Walk to Remember memang film jadul yang mengangkat cerita dari novel Nicholas Sparks dan dirilis pada tahun 2002. Dan parahnya saya baru nonton (maklum waktu itu masih kelas 2 SD, masih bau kencur, belum cukup umur). Tahu tentang film tersebut juga sudah cukup lama, apalagi lagu "only hope" yang jadi main soundtrack rasa-rasanya sudah tidak asing lagi di telinga, selain juga lagu tersebut jadi bagian soundtrack drama Dream High yang dinyanyikan ulang oleh Suzy Miss A dari JYP managemet (hehe lengkap ya). Daan sudah baca review dari dalam dan luar negeri bahwa itu memang film rekomended. Tapi akhirnya baru kesampaian untuk nonton (so busy, maklum banyak antrean film yang harus ditonton wkw selain karena sempat vakum menonton film, drama dst).

Oke saya bukan mau review tentang jalan cerita (sinopsis) dan sebagainya. Well berhubung film lama pasti review film ini sudah bertebaran di mana-mana. Saya mau review dan resensi dari kacamata saya (haha sejak kapan pakai kacamata 😂).
Sebelumnya, mari kenalan dengan informasi fundamental dari hadirnya film ini..

Directed by: Adam Shankman 
Produced by:  Denise Di Novi, Hunt Lowry
Screenplay by: Karen Janzen
Actors:
  • Shane West
  • Mandy Moore
  • Peter Coyote
  • Daryl Hannah
Music by Mervyn Warren
Cinematography Julio Macat
Edited by Emma E. Hickox
Production
company
  • Di Novi Pictures
  • Gaylord Films
  • Pandora Cinema
Distributed by Warner Bros.
Release date
  • January 25, 2002
Running time
102 minutes[1]
Country United States
Language English
Budget $11.8 million[2]
Box office $47,494,916[2]


Opening dari film ini adalah tentang pertemanan yang dimanifestasikan dalam kelompok geng. Lalu datanglah si anggota baru (waktu itu saya masih menebak-nebak siapa tokoh utamanya berhubung gak apal muka Mandy Moore dan belum tahu tokoh utama cowoknya apalagi di situ visual semuanya *baca cakep-cakep hehehe). Dan kedatangan si anggota baru mengawali suatu konflik di mana ia mendapat tantangan agar dapat bergabung di geng tersebut yang sialnya justru apes dan terjadi kecelakaan kecil yang menyebabkan anggota baru cedera (pingsan) dan mereka ketangkap tukang patroli (Masih meraba-raba apakah salah satu anggota geng yang jadi pemeran utama ataukah si anak baru soalnya anak baru wajahnya juga cukup menonjol *baca cakep hehe).

Sampai akhirnya paginya waktu di sekolah, benang-benang penasaran mencapai pada titik temunya. Mulai dari berlalulangnya Mandy (Jamie) di depan geng lalu dipuji (tepatnya disindir) tentang sweater yang ia kenakan yang lalu dijawab sopan oleh Jamie "Terimakasih" yang lalu ditirukan kembali dengan nada sarkas oleh salah satu anak geng (suka part ini selorohannya natural sekali dan sering ditemui di kehidupan nyata). Lalu alur mulai terbentuk dari situ. Saat Landon si pemeran dihukum dan harus main drama dan di situlah interaksi dengan Mandy terbentuk. Dan bisa ditebak, jalan cerita step by step kemudian membawa penonton untuk ikut serta merasakan sensasi akting setiap pemain.

Meskipun dengan alur yang cukup klise, umum dan cenderung terkesan terburu-buru (mungkin efek film jadul), namun esensi film tetap dapat walaupun memang agak kurang greget. Padahal soundtrack yang mengiringi cukup menghentak hati, jadi alur cerita perjalanan scene by scene sedikit kurang sesuai ekspektasi (apalagi bagi yang sudah kenal ostnya duluan hehe). Padahal durasi film sebenarnya sudah cukup lama sekitar hampir 2 jam, tapi tampaknya terlalu banyak muncul scene yang kurang penting, dan cenderung banyak scene yang harapannya panjang tapi justru muncul tipis-tipis seperti cerita usai Landon memutus pertemanan dengan gengnya karena mengganggu Jamie (tiba-tiba beberapa nongol di scene yang berbeda-beda dengan permintaan maaf pada Landon), termasuk nasib si anak yang cedera saat mau gabung sebagai anggota geng juga hanya diceritakan sekelabat saat Landon meminta maaf kepadanya. Selain itu juga rasanya aneh dengan perubahan Landon yang cenderung kilat dan terlalu cepat tertarik dengan Jamie, sedang kisah Jamie juga terlalu lurus dan geronjalan konflik yang kurang greget. Kemudian saya juga penasaran dengan ayahnya Mandy apakah kemudian menikah lagi. Awalnya saya sempat punya skenario sendiri (sudut pandang dan harapan penonton hehe) kalau ayahe ternyata punya hubungan spesial dengan ibunya Landon (Ayah Landon meninggalkan mereka dan nikah lagi sedangkan ibu Jamie sudah meninggal, jadi mereka sama-sama single hehe. Biar greget gitu konfliknya. Sama yang agak mengganjal adalah patner Landon dan Jamie dalam pementasan drama yang hanya hadir sekelebat, padahal kalau liat dari akting (tatapan mata, body language) saya sempat berspekulasi bahwa mereka akan jadi bagian dari konflik. Tapi ternyata itu hanya sebatas imaji saya sebagai penonton yang pikirannya tak berhenti mengalir untuk menebak alur (maklum efek jiwa scriptwriter yang tidak termanifestasikan wkw *pernah buat script film pendek abal-abal).

Namun saya tetap menikmati film ini terlepas dari alur yang kurang menghentak afeksi (tapi sudah lumayan membuat mata sedikiiiit berkaca-kaca), apalagi ditambah banyaknya quotes kece yang menyertai film.
Oh ya film ini juga sarat dengan banyak amanat. Di antaranya adalah:
1. Tentang pertemanan. Bagaimana kamu harus berhati-hati memperlakukan temanmu, jangan bercanda (terutama melalui tantangan) dengan kelewatan dan yang jelas "Stop Bulying!" Selain itu, pintar-pintarlah dalam memilih teman. Berani dan gentle untuk meminta maaf dan memaafkan. Lindungi temanmu, dukung dia ketika banyak cacian yang tidak sesuai yang terlontar padanya, atau ketika ia jatuh. Hold their hand..
2. Kehidupan rumah tangga.
Jadilah orang setia, memaafkan, tahu akan kesalahan dan memperbaikinya. Konflik orangtua bisa punya dampak besar bagi anak.
Lihat bagaimana tokoh Landon yang begitu benci dengan ayahnya yang ternyata memilih tinggal bersama istri baru dan meninggalkan mereka. Namun Ibu Landon dengan berlapang dada memaafkan suaminya, merelakan bahkan mencoba memahamkan Landon dan mengajaknya untuk memaafkan ayahnya. Ayahnya sendiri juga meskipun sudah menyakiti keluarganya namun tetap berusaha membayar kesalahannya mulai dengan tetap ikut menonton pertunjukan anaknya meskipun di menit terakhir, hingga membayarkan biaya perawatan Jamie (kekasih Landon). Pokoknya di film ini banyak amanat tentang keluarga.
3. Menjaga kepercayaan
Bagaiman tokoh Jamie menjaga kepercayaannya dan bahkan dengan kondisi sakit keras, ia tetap percaya bahwa ketentuan Tuhan adalah yang terbaik baginya dan bahwa tidak ada alasan untuk marah pada Tuhan. (Meskipun di sini diceritakan Jamie anak pendeta namun terkait kepercayaan tersebut saya rasa bersifat universal. Di Islam juga jelas diajarkan demikian dan bahkan mungkin begitupula di agama-agama lainnya).
Daaan masih banyak lagi (temukan dengan nonton sendiri hehe)
Buat kamu yang belum nonton mangga untuk nonton terus dianalisis sendiri hehe karena mungkin beda pendapat sama saya.
Berikut beberapa ringkasan quote pilihan yang sudah saya buat hehe..

 

Hidup itu tidak akan selalu manis. Pasti ada pahit kecut pedasnya juga.. Ibarat masakan, jika manis terus maka akan berujung pada kebosanan.
Hanya saja ketika ada sisi pahit, gelap, duka, sial mengiringi hidup, belajarlah untuk tetap memiliki semangat yang tak mudah redup. Bahwa semua ada hikmahnya. Ada rasa di balik rasa. So we must never give up and overcoming life challenges

Cinta itu...




Terimakasih sudah menjadi inspirator, hai kamu... ^^
Sadar atau tidak, mungkin ada orang yang secara terang-terangan memperhatikan sikapmu, dan bahkan mungkin dia mengadopsi sebagian dari apa yang sudah kau lakukan. So, berhatil-hatilah dalam bersikap dan berbuat.. Jangan sampai justru perilaku burukmu yang diplagiat..



Diposting oleh Arwiena di 08.21
Label: a walk to remember, film romantis, film sedih, film tahun 2002, Mandy Moore, movie, movie quotes, only hope, resensi film, review film
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke Facebook

0 komentar:

Posting Komentar

Langganan: Posting Komentar (Atom)
Posting Lebih Baru Posting Lama

Popular Posts

  • PSIKOLOGI KEPRIBADIAN
    - Psikologi Kontemporer (Non Ilmiah)- KLIK Nebak Golongan Darah Dilihat dari Cara SMS     KLIK Ungkap Kepribadianmu!   
  • Rangkuman Kajian
    Nemu rangkuman di notes hp, tampaknya hasil ndengerin kajian entah langsung atau online (karena keliatan keburu nulisnya hehe). Sayangnya...
  • Di Balik Kehilangan (Perpisahan Dua Dunia)
    2 keponakan dan budhe yang notabene adalah yangti mereka. Aku belajar dari budhe tentang arti mengikhlaskan..tentang penerimaan kenyata...
  • BOOK- WRITING WORLD
    TIPS MENULIS KLIK Tips Menulis Ala Raditya Dika  
  • MENGUAK PERDEBATAN HADITS MISOGINIS
    Oleh: NAMA: ARI WIDYA NUGRAHENI (201210230311044 – PSIKOLOGI F) Kemunculan tulisan Fatimah Mernissi yang mengkritik...
  • SOCCER
    KLIK Ketika Real Madrid Gagal Kejar Gelar Juara Copa del Rey
  • MOVIES, VIDEOS AND MUSICS
    RESENSI BERBAGAI FILM DENGAN SARAT AMANAT KLIK Review Film The Vow KLIK Review Film A Walk to Remember  LIRIK FILM...
  • Lirik Ninja Hatori
    Sapa gak tau lagu ini ??!! Lagu kita jaman SD atau TK mungkin.. Oh atau jaman belum sekolah?? Nah mari bernyanyi bersama Satu....
  • Kisah Motivasi
    KLIK Akibat Gengsi KLIK Berkorban VS Beruntung KLIK Si Kaya VS Si Miskin
  • (tanpa judul)
    jika aku menuliskan sebuah kegelapan.. kesedihan. apakah kau akan percaya? bayangan hitam tengah mengikuti. maukah kau jadi penerangku?

Blogger templates

Blog Archive

  • ►  2018 (1)
    • ►  April (1)
  • ▼  2017 (18)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (8)
    • ▼  Januari (4)
      • MENGUAK PERDEBATAN HADITS MISOGINIS
      • Ketika Real Madrid Gagal Kejar Gelar Juara Copa de...
      • Review Film The Vow
      • Review Film A Walk to Remember
  • ►  2012 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2011 (12)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (5)

Category

  • A
  • a walk to remember
  • AB
  • antologi puisi
  • Artikel
  • artikel islam
  • Asuransi Jiwa
  • B
  • belajar menulis
  • Benzema
  • biadab
  • bingung
  • birrul walidayn
  • budhe
  • cara ngedit
  • cara SMS
  • CDR
  • Celta de Vido
  • cerita
  • Cerpen
  • Channing Tatum
  • Christian Ronaldo
  • Copa del Rey
  • Cr7
  • Danilo
  • dosa fb
  • dunia maya
  • emansipasi
  • fana
  • film romantis
  • film sedih
  • film tahun 2002
  • fixmistakes
  • football
  • gengsi
  • gila
  • golongan darah
  • hadits mesoginis
  • Hambali
  • ibrah
  • Ideologi Muhammadiyah
  • Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
  • ilmu
  • Imam Ahmad
  • Imam Syafi;i
  • IMM
  • IMM Malang
  • immawan
  • immawati
  • Investasi Terbaik
  • jijik
  • jongkok
  • kader
  • kak Christine
  • Kak Ridz
  • karma
  • kata kata hebat
  • kaya
  • kebahagiaan
  • kecelakaan maut
  • kematian
  • Kemuhammadiyahan
  • Keponakan
  • KH Ahmad Dahlan
  • kholeris
  • kisah
  • klise
  • Komisarat Restorasi
  • Konyol
  • kotoran
  • kutipan film
  • lagu
  • Linda
  • lirik
  • Lita
  • Lucas Vazquez
  • LucasVazquez
  • luka
  • Mandy Moore
  • Manfaat Asuransi
  • melankolis
  • menulis
  • menurutku
  • misoginis
  • motivasi
  • movie
  • movie quote
  • movie quotes
  • movies
  • Muhammadiyah
  • nevergiveup
  • nina hatori
  • Ninja Hatori
  • O
  • only hope
  • onta
  • orang tua
  • own goal
  • pengalamanku
  • pengusaha
  • penulis pemula
  • pepatahfilm
  • pepmimpin wanita
  • perempuan
  • perjuangan
  • piatu
  • pipis
  • puisi
  • puisi IMM
  • quotes
  • Rachel McAdams
  • raditya dika
  • rahasia penulis
  • Real Madrid
  • resensi
  • resensi film
  • review film
  • Ronaldo
  • sajak
  • sakit
  • sanguinis
  • sepak bola
  • sepakbola
  • sepakbola Spanyol
  • sesal
  • sifat
  • sinting
  • soccer
  • socer
  • sukurin
  • the vow
  • The Vow. movie
  • Tipe-tipe kepribadian
  • tips
  • tips edit
  • tips menulis
  • ToniKroos
  • Tugas Sekolah
  • turnamen bola
  • udzur
  • Unit Link
  • Universitas
  • yatim
 

Mengenai Saya

Foto saya
Arwiena
I am lover of Kenshin Himuraaa, ♥♥♥ I like odd numbers, especially number 3 and 7 :) Diseminasi Kognisi = Distribusi Pengetahuan. Yes, I hope I can be a useful person.. bahkan jika hanya bagai noktah atom semoga bisa memiliki nilai guna. Ambil baiknya, tinggalkan buruknya... :') Sukseslah, kayalah, lantas sukseskan dan kayakanlah orang lain! Ajak minimal 1 bersamamu tumbuhkan 1000 bahagia di sekitarmu.. :) :) :)
Lihat profil lengkapku

.

.

Pengikut

Translate

Total Tayangan Halaman

About Job

About Job
Copyright © • Diseminasi Kognisi • All Rights Reserved
Blog at Blogger.com • Template Galauness by Iksandi Lojaya