A Walk to Remember memang film jadul yang mengangkat cerita dari novel Nicholas Sparks dan dirilis pada tahun 2002. Dan parahnya saya baru nonton (maklum waktu itu masih kelas 2 SD, masih bau kencur, belum cukup umur). Tahu tentang film tersebut juga sudah cukup lama, apalagi lagu "only hope" yang jadi main soundtrack rasa-rasanya sudah tidak asing lagi di telinga, selain juga lagu tersebut jadi bagian soundtrack drama Dream High yang dinyanyikan ulang oleh Suzy Miss A dari JYP managemet (hehe lengkap ya). Daan sudah baca review dari dalam dan luar negeri bahwa itu memang film rekomended. Tapi akhirnya baru kesampaian untuk nonton (so busy, maklum banyak antrean film yang harus ditonton wkw selain karena sempat vakum menonton film, drama dst).
Oke saya bukan mau review tentang jalan cerita (sinopsis) dan sebagainya. Well berhubung film lama pasti review film ini sudah bertebaran di mana-mana. Saya mau review dan resensi dari kacamata saya (haha sejak kapan pakai kacamata
Sebelumnya, mari kenalan dengan informasi fundamental dari hadirnya film ini..
Directed by: Adam Shankman
Produced by: Denise Di Novi, Hunt Lowry
Screenplay by: Karen Janzen
Actors:
| Music by | Mervyn Warren |
|---|---|
| Cinematography | Julio Macat |
| Edited by | Emma E. Hickox |
Production
company |
|
| Distributed by | Warner Bros. |
Release date
|
|
Running time
|
102 minutes[1] |
| Country | United States |
| Language | English |
| Budget | $11.8 million[2] |
| Box office | $47,494,916[2] |
Opening dari film ini adalah tentang pertemanan yang dimanifestasikan dalam kelompok geng. Lalu datanglah si anggota baru (waktu itu saya masih menebak-nebak siapa tokoh utamanya berhubung gak apal muka Mandy Moore dan belum tahu tokoh utama cowoknya apalagi di situ visual semuanya *baca cakep-cakep hehehe). Dan kedatangan si anggota baru mengawali suatu konflik di mana ia mendapat tantangan agar dapat bergabung di geng tersebut yang sialnya justru apes dan terjadi kecelakaan kecil yang menyebabkan anggota baru cedera (pingsan) dan mereka ketangkap tukang patroli (Masih meraba-raba apakah salah satu anggota geng yang jadi pemeran utama ataukah si anak baru soalnya anak baru wajahnya juga cukup menonjol *baca cakep hehe).
Sampai akhirnya paginya waktu di sekolah, benang-benang penasaran mencapai pada titik temunya. Mulai dari berlalulangnya Mandy (Jamie) di depan geng lalu dipuji (tepatnya disindir) tentang sweater yang ia kenakan yang lalu dijawab sopan oleh Jamie "Terimakasih" yang lalu ditirukan kembali dengan nada sarkas oleh salah satu anak geng (suka part ini selorohannya natural sekali dan sering ditemui di kehidupan nyata). Lalu alur mulai terbentuk dari situ. Saat Landon si pemeran dihukum dan harus main drama dan di situlah interaksi dengan Mandy terbentuk. Dan bisa ditebak, jalan cerita step by step kemudian membawa penonton untuk ikut serta merasakan sensasi akting setiap pemain.
Meskipun dengan alur yang cukup klise, umum dan cenderung terkesan terburu-buru (mungkin efek film jadul), namun esensi film tetap dapat walaupun memang agak kurang greget. Padahal soundtrack yang mengiringi cukup menghentak hati, jadi alur cerita perjalanan scene by scene sedikit kurang sesuai ekspektasi (apalagi bagi yang sudah kenal ostnya duluan hehe). Padahal durasi film sebenarnya sudah cukup lama sekitar hampir 2 jam, tapi tampaknya terlalu banyak muncul scene yang kurang penting, dan cenderung banyak scene yang harapannya panjang tapi justru muncul tipis-tipis seperti cerita usai Landon memutus pertemanan dengan gengnya karena mengganggu Jamie (tiba-tiba beberapa nongol di scene yang berbeda-beda dengan permintaan maaf pada Landon), termasuk nasib si anak yang cedera saat mau gabung sebagai anggota geng juga hanya diceritakan sekelabat saat Landon meminta maaf kepadanya. Selain itu juga rasanya aneh dengan perubahan Landon yang cenderung kilat dan terlalu cepat tertarik dengan Jamie, sedang kisah Jamie juga terlalu lurus dan geronjalan konflik yang kurang greget. Kemudian saya juga penasaran dengan ayahnya Mandy apakah kemudian menikah lagi. Awalnya saya sempat punya skenario sendiri (sudut pandang dan harapan penonton hehe) kalau ayahe ternyata punya hubungan spesial dengan ibunya Landon (Ayah Landon meninggalkan mereka dan nikah lagi sedangkan ibu Jamie sudah meninggal, jadi mereka sama-sama single hehe. Biar greget gitu konfliknya. Sama yang agak mengganjal adalah patner Landon dan Jamie dalam pementasan drama yang hanya hadir sekelebat, padahal kalau liat dari akting (tatapan mata, body language) saya sempat berspekulasi bahwa mereka akan jadi bagian dari konflik. Tapi ternyata itu hanya sebatas imaji saya sebagai penonton yang pikirannya tak berhenti mengalir untuk menebak alur (maklum efek jiwa scriptwriter yang tidak termanifestasikan wkw *pernah buat script film pendek abal-abal).
Namun saya tetap menikmati film ini terlepas dari alur yang kurang menghentak afeksi (tapi sudah lumayan membuat mata sedikiiiit berkaca-kaca), apalagi ditambah banyaknya quotes kece yang menyertai film.
Oh ya film ini juga sarat dengan banyak amanat. Di antaranya adalah:
1. Tentang pertemanan. Bagaimana kamu harus berhati-hati memperlakukan temanmu, jangan bercanda (terutama melalui tantangan) dengan kelewatan dan yang jelas "Stop Bulying!" Selain itu, pintar-pintarlah dalam memilih teman. Berani dan gentle untuk meminta maaf dan memaafkan. Lindungi temanmu, dukung dia ketika banyak cacian yang tidak sesuai yang terlontar padanya, atau ketika ia jatuh. Hold their hand..
2. Kehidupan rumah tangga.
Jadilah orang setia, memaafkan, tahu akan kesalahan dan memperbaikinya. Konflik orangtua bisa punya dampak besar bagi anak.
Lihat bagaimana tokoh Landon yang begitu benci dengan ayahnya yang ternyata memilih tinggal bersama istri baru dan meninggalkan mereka. Namun Ibu Landon dengan berlapang dada memaafkan suaminya, merelakan bahkan mencoba memahamkan Landon dan mengajaknya untuk memaafkan ayahnya. Ayahnya sendiri juga meskipun sudah menyakiti keluarganya namun tetap berusaha membayar kesalahannya mulai dengan tetap ikut menonton pertunjukan anaknya meskipun di menit terakhir, hingga membayarkan biaya perawatan Jamie (kekasih Landon). Pokoknya di film ini banyak amanat tentang keluarga.
3. Menjaga kepercayaan
Bagaiman tokoh Jamie menjaga kepercayaannya dan bahkan dengan kondisi sakit keras, ia tetap percaya bahwa ketentuan Tuhan adalah yang terbaik baginya dan bahwa tidak ada alasan untuk marah pada Tuhan. (Meskipun di sini diceritakan Jamie anak pendeta namun terkait kepercayaan tersebut saya rasa bersifat universal. Di Islam juga jelas diajarkan demikian dan bahkan mungkin begitupula di agama-agama lainnya).
Daaan masih banyak lagi (temukan dengan nonton sendiri hehe)
Buat kamu yang belum nonton mangga untuk nonton terus dianalisis sendiri hehe karena mungkin beda pendapat sama saya.
Berikut beberapa ringkasan quote pilihan yang sudah saya buat hehe..
Hidup
itu tidak akan selalu manis. Pasti ada pahit kecut pedasnya juga..
Ibarat masakan, jika manis terus maka akan berujung pada kebosanan.
Hanya
saja ketika ada sisi pahit, gelap, duka, sial mengiringi hidup,
belajarlah untuk tetap memiliki semangat yang tak mudah redup. Bahwa
semua ada hikmahnya. Ada rasa di balik rasa. So we must never give up
and overcoming life challenges
![]() |
| Cinta itu... |










0 komentar:
Posting Komentar