:)
Hai, di sini saya ingin menuliskan review film The Vow. Film jadul sih, tapi baru sempat nonton. Sebenarnya sudah pernah nonton sekilas karena ada Channing Tatumnya. Baru serius nonton saat ada komentar bahwa film Indonesia "Laki-laki Biasa" yang diadaptasi dari buku penulis sekaliber Asma Nadia ternyata memiliki cerita yang cenderung mirip dengan script The Vow. The Vow movie sendiri juga mengangkat kisah nyata Kim and Krickitt Carpenter mengenai kisah pernikahan mereka yang telah dituliskan ke dalam buku yang juga berjudul sama.
Oke check it out info dasar sebagaimana dilansir dari wikipedia (bukan tulisan ilmiah jadi nda haram ya referensi dari wiki hehehe :p)
Sutradara
Film ini berkisah tentang seorang istri yang
mengalami amnesia dan lupa dengan suaminya sendiri. Konflik mulai tumbuh
di situ. Bagaimana sosok Channing Tatum yang memerankan Leo sebagai
suami dari Paige yang diperankan oleh Rachel McAdams harus menerima
kenyataan dan bertekad untuk mengembalikan ingatan istrinya. Uniknya,
ingatan Paige mengenai Leo, si suami yang justru susah kembali. Sedangkan
ingatan yang lain seperti tentang keluarga, riwayat pendidikannya bisa
mulai terungkap meski bukan dengan jalan yang mudah. Di situ kesetiaan
dan kegigihan Leo teruji untuk kembali mendapatkan hati sang istri. Apalagi
mengingat kasta yang cenderung timpang di mana Paige dari kalangan orang
berpendidikan, sehingga ia dituntut untuk mengambil kuliah hukum dan tentu saja
dari keluarga berada, berbeda dengan Leo yang pekerjaannya hanya mengandalkan
studio musik yang semakin kurang diminati dan sepi sehinggu hidupnya lebih banyak menggantungkan pada
hutang. Awalnya belum mendapat feel dari alur cerita yang dibangun.
Namun ketika sudah sampai di tengah-tengah, perasaan sudah mulai seperti
diaduk-aduk, membawa penonton untuk merasakan apa yang Leo rasakan
(apalagi untuk saya yang suka dengan Channing Tatum dibanding artis
hollywood lain wkw). Termasuk mulai terkuaknya problematika keluarga Paige dan ingatan yang mulai hadir perlahan setelah potongan-potongan
kehidupan sebelumnya disodorkan dan ini mejadi konflik bagi Paige.
Di satu sisi Mas Leo (ciie Mas jare
😂
) sudah mulai menyerah, bahkan mulai membuang segala kenangan dengan
istrinya. Namun ada satu titik di mana benang-benang cerita mulai tersatukan kembali. Kesetiaan cinta
mulai memanggil satu samaa lain. Di atas segala kekecewaan.
Kenyataan-kenyataan yang menyesakkan.
Di atas kesuksesan film ini, tetap mengundang kritik bagi saya. Salah satunya adalah nikah lari (bukan nikah sambil lari loh ya hehe) dan akhirnya pernikahan Leo dan Paige tidaklah legal (berdasar agama mereka, harusnya kan di gereja pakai pendeta dan sebagainya). Dan tentu saja titik kritik yang lain adalah mengenai perspektif visualisasi dunia barat yang cenderung berseberangan dengan dunia timur (yang kini sudah ter-barat-kan oleh dampak jaman yang semakin berkembang). Namun bukan film kece kalau tidak memiliki amanat atau pelajaran tersirat. Baik, akan saya ungkap satu-satu.
Pertama dan yang paling utama dan menurut saya fundamental dari alur cerita film ini adalah cinta dan kesetiaan. Bagaimana perjuangan Leo meyakinkan cintanya untuk membantunya pulih dari lupa ingatan. Dan demi istrinya, ia mengalah banyak hal. Jeremy yang menjadi mantan tunangan Paige sebelum ia bertemu Leo juga memberikan pelajaran makna berlapang dada meski telah ditolak untuk kedua kalinya. Bahkan ia juga tetap membantu memulihkan dan menerima Paige dengan tanpa memanfaatkan kesempatan karena Paige tengah hilang ingatan.
Selain itu juga bagaimana Ibunya tetap memaafkan dan menerima suaminya (ayah Paige) yang sudah berselingkuh dengan teman Paige sendiri demi terwujudnya keutuhan keluarga dan terutama demi anak-anak tercintanya. Itulah buah kesetiaaan
Pelajaran kedua adalah memaafkan. Kesetiaan dan memaafkan memang saudaraan. Memaafkan adalah amunisi kesetiaan. Sebagaimana yang sudah disebutkan di atas, bagaimana ibu Paige memaafkan dan menerima kembali suaminya. Kemudian Pagie juga setelah ingatan hadir kembali ia akhirnya bisa memaafkan sikap ayahnya yang dulu, yang pernah menyakiti keluarganya dan dirinya. Ia juga akhirnya memaafkan temannya yang telah berselingkuh dengan ayahnya. Patner kerja Leo yang beberapa kali sempat dibuat jengkel dengan tingkah Leo yang cenderung kurang profesional juga tetap memaafkan Leo dan bahkan selalu menjadi pendengar keluh kesah Leo dan memberikannya beberapa saran. Ia juga meskipun sempat marah namun memaklumi kondisi Leo.
Pelajaran ketiga adalah menyadari kesalahan, meminta maaf dan membayar kesalahan. Bagaimana Leo ketika tidak sengaja menyakiti atau mengusik istrinya, ia akhirnya berkontemplasi dan meminta maaf kepada Paige. Ia bahkan kemudian melakukan surprise kecil-kecilan untuk membayar kesalahan seperti menyiapkan breakfast cantik, bunga dan sebagainya. Begitupula dengan teman Paige yang pernah berselingkuh dengan Ayahnya yang dengan segenap keberanian setelah sekian lama menghindar akhirnya ia mampu mengungkap kesalahan besarnya dan meminta maaf pada Paige (padahal waktu itu Paige masih belum ingat akan apa yang pernah terjadi pada keluarganya). Dan juga yang jelas adalah ayahnya. Bagaimana ayahnya berusaha untuk kembali membangun hubungan baik dengan keluarga dan memberikan Paige segala fasilitas termasuk mengusahkan sekolah Paige yang sempat terhenti. Namun karena Paige memang tidak minat kuliah di hukum (karena waktu itu ia melakukan lebih karena tuntutan ayahnya) akhirnya ayahnya merelakan Paige untuk mengambil kuliah seni (jurusan yang sesuai dengan minatnya) meskipun dilakukan dengn berat hati.
Pokoknya selengkapnya tonton sendiri aja yes... hehe
Bonus quote-quote nih... (gak sempat nulis quote banyak-banyak coz terlalu hanyut dengan alur filmya hehe
Hai, di sini saya ingin menuliskan review film The Vow. Film jadul sih, tapi baru sempat nonton. Sebenarnya sudah pernah nonton sekilas karena ada Channing Tatumnya. Baru serius nonton saat ada komentar bahwa film Indonesia "Laki-laki Biasa" yang diadaptasi dari buku penulis sekaliber Asma Nadia ternyata memiliki cerita yang cenderung mirip dengan script The Vow. The Vow movie sendiri juga mengangkat kisah nyata Kim and Krickitt Carpenter mengenai kisah pernikahan mereka yang telah dituliskan ke dalam buku yang juga berjudul sama.
Oke check it out info dasar sebagaimana dilansir dari wikipedia (bukan tulisan ilmiah jadi nda haram ya referensi dari wiki hehehe :p)
Sutradara
| Michael Sucsy | |
| Produser | Roger Birnbaum Gary Barber Jonathan Glickman Paul Taublieb |
| Skenario | Abby Kohn Marc Silverstein Jason Katims |
| Cerita | Stuart Sender |
| Pemeran | Channing Tatum Rachel McAdams |
| Musik | Rachel Portman Michael Brook |
| Sinematografi | Rogier Stoffers |
| Penyunting | Nancy Richardson Melissa Kent |
Perusahaan
produksi |
|
| Distributor | Screen Gems |
Tanggal rilis
|
|
Durasi
|
104 menit |
| Negara | Amerika Serikat |
| Bahasa | Inggris |
| Anggaran | $30 juta[1] |
Di atas kesuksesan film ini, tetap mengundang kritik bagi saya. Salah satunya adalah nikah lari (bukan nikah sambil lari loh ya hehe) dan akhirnya pernikahan Leo dan Paige tidaklah legal (berdasar agama mereka, harusnya kan di gereja pakai pendeta dan sebagainya). Dan tentu saja titik kritik yang lain adalah mengenai perspektif visualisasi dunia barat yang cenderung berseberangan dengan dunia timur (yang kini sudah ter-barat-kan oleh dampak jaman yang semakin berkembang). Namun bukan film kece kalau tidak memiliki amanat atau pelajaran tersirat. Baik, akan saya ungkap satu-satu.
Pertama dan yang paling utama dan menurut saya fundamental dari alur cerita film ini adalah cinta dan kesetiaan. Bagaimana perjuangan Leo meyakinkan cintanya untuk membantunya pulih dari lupa ingatan. Dan demi istrinya, ia mengalah banyak hal. Jeremy yang menjadi mantan tunangan Paige sebelum ia bertemu Leo juga memberikan pelajaran makna berlapang dada meski telah ditolak untuk kedua kalinya. Bahkan ia juga tetap membantu memulihkan dan menerima Paige dengan tanpa memanfaatkan kesempatan karena Paige tengah hilang ingatan.
Selain itu juga bagaimana Ibunya tetap memaafkan dan menerima suaminya (ayah Paige) yang sudah berselingkuh dengan teman Paige sendiri demi terwujudnya keutuhan keluarga dan terutama demi anak-anak tercintanya. Itulah buah kesetiaaan
Pelajaran kedua adalah memaafkan. Kesetiaan dan memaafkan memang saudaraan. Memaafkan adalah amunisi kesetiaan. Sebagaimana yang sudah disebutkan di atas, bagaimana ibu Paige memaafkan dan menerima kembali suaminya. Kemudian Pagie juga setelah ingatan hadir kembali ia akhirnya bisa memaafkan sikap ayahnya yang dulu, yang pernah menyakiti keluarganya dan dirinya. Ia juga akhirnya memaafkan temannya yang telah berselingkuh dengan ayahnya. Patner kerja Leo yang beberapa kali sempat dibuat jengkel dengan tingkah Leo yang cenderung kurang profesional juga tetap memaafkan Leo dan bahkan selalu menjadi pendengar keluh kesah Leo dan memberikannya beberapa saran. Ia juga meskipun sempat marah namun memaklumi kondisi Leo.
Pelajaran ketiga adalah menyadari kesalahan, meminta maaf dan membayar kesalahan. Bagaimana Leo ketika tidak sengaja menyakiti atau mengusik istrinya, ia akhirnya berkontemplasi dan meminta maaf kepada Paige. Ia bahkan kemudian melakukan surprise kecil-kecilan untuk membayar kesalahan seperti menyiapkan breakfast cantik, bunga dan sebagainya. Begitupula dengan teman Paige yang pernah berselingkuh dengan Ayahnya yang dengan segenap keberanian setelah sekian lama menghindar akhirnya ia mampu mengungkap kesalahan besarnya dan meminta maaf pada Paige (padahal waktu itu Paige masih belum ingat akan apa yang pernah terjadi pada keluarganya). Dan juga yang jelas adalah ayahnya. Bagaimana ayahnya berusaha untuk kembali membangun hubungan baik dengan keluarga dan memberikan Paige segala fasilitas termasuk mengusahkan sekolah Paige yang sempat terhenti. Namun karena Paige memang tidak minat kuliah di hukum (karena waktu itu ia melakukan lebih karena tuntutan ayahnya) akhirnya ayahnya merelakan Paige untuk mengambil kuliah seni (jurusan yang sesuai dengan minatnya) meskipun dilakukan dengn berat hati.
Pokoknya selengkapnya tonton sendiri aja yes... hehe
Bonus quote-quote nih... (gak sempat nulis quote banyak-banyak coz terlalu hanyut dengan alur filmya hehe





0 komentar:
Posting Komentar