Senandung
Perjuangan Cinta dan Asa
| Musykom IMM Restorasi Periode 2014-2015 Detik-detik kelengseran :) |
Aku berdiri,
menatap pantulan cermin di depanku
Melongok
pada wajah yang penuh peluh dan lelah
Inikah
diriku?
Ya, ini
adalah tentang diri yang berkisah, tentang diri yang bermuhasabah
Dahulu aku
pernah bercita-cita
Dan orangtua,
sahabat kecil menjadi saksinya
Jadilah
orang yang berguna
Begitu yang
telah dicanamkan orang tua
Jadilah anak
yang sholeh dan solehah
Begitu doa
oang-orang saat erangan tangisku pertama kali menjadi melodi indah
yang
mengiringi kelahiranku
yang lalu
diamini ibuku dan keluargaku
Kini waktu
semakin berlalu
Umurku jelas
semakin menyusut
Tapi tiada
henti aku bertanya
Sudah seberapa
bergunakah hidupku?
Sedang Rakib
Atid terus mengisi catatan amalku, sedikitpun tidak ada yang luput
Dan aku pun
mulai berpikir tentang surga dan neraka
Dulu aku
mengaharap toga dan gelar sarjana
Padahal
pengahasilan pun tak punya
Selain hanya
bisa merengek, menengadah meminta pada orang tua
Mungkn saat
itu aku lupa
Pada doa-doa
dan harapan orang-orang yang terpasung di pundakku
Bahwa hidup
tidak sebatas itu
Lihatlah,
gelarku kini adalah mahasiswa
Ingin meraup
pengalaman sebanyak aku bisa
Melepas
segala dahaga
Dan
kutemukan dirimu
Dalam wadah
keluarga IMM, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah namanya
Membuka lebar
tangan untukku, siap untuk menempaku
Aku berdiri
di hadapanmu, di tengah keluarga baruku
Hai Immawan
dan Immawati, jadilah kau saksiku
Bahwa aku
akan menjadi diri yang beraktualiasi
Menjadi diri
yang berdikari, siap untuk mengabdi
Mengimlementasikan
ilmu tanpa kesombongan diri
Katakan jika
kau adalah keluargaku
Maka ingatkan
aku jika diri ini mulai lalai dan lupa
Bantu aku
bangkit jika motivasi ini mulai melesat turun
Jangan,
jangan biarkan aku menjauh dari asaku
Kelak jika
diri ini menjadi keras hati dan kepala
Jangan
pernah beri ampun
Ingatkan aku
pada catatan amal kebaikan yang masih banyak belum kutorehkan
Pada asa dan
cinta yang belum sepenuhnya kuperjuangan
Pada jasa
orang tua yang telah bekerja tanpa kenal lelah
Yang
senantiasa bisa meredam amarah
ketika
anaknya mulai bertingkah
Inilah
senandungku, senandung janjiku
Sekali lagi,
IMM jadilah kau saksiku


0 komentar:
Posting Komentar